PELANTIKAN SBG KASI TURT DI KAS NEGARA TASIKMALAYA 1984
Pelantikan sebagai Kasie TU/RT Ini adalah penempatan saya yg ketiga di Kantor Kas Negara (KKN). Pertama di KKN Ambon 1976 wktu Sarjana Muda. Kedua di KKN Wahidin 1981 (setelah S1)..dan ketiga di KKN Tasikmalaya1984. Mengenai nama kantor ini, masyarakat yang tergolong manula lebih mengenal nya dengan nama CKC (bahasa belanda kalau tak salah singkatan Central Kantoor de Comptabiliteid). tapi yang paling dikenal oleh masyarakat awam adalah nama "Kantor Pensiun" karena pada tahun tahun tersebut Kantor Kas Negara lah yg melayani para pensiunan setiap bulan. Biasanya hari pembayaran pertama melayani pensiun Janda, hari pembayaran kedua melayani Pensiun Sipil dan hari pembayaran ketiga melayani pensiun ABRI. Ada dua jenis kantor dibawah institusi kami yaitu KKN dan KPN (Kantor Perbendaharaan Negara). KPN adalah kantor yg mengeluarkan Otorisasi berupa Surat Perintah Membayar (SPM) sedangkan KKN adalah juru bayar nya. Ada yg bilang lebih bergengsi kerja di KPN, tapi bagi saya dimana pun sama saja. Dalam dua penempatan pertama di KKN saya belum jadi apa apa. Waktu dii KKN ambon ketika masih Sarjana Muda (1975 - 1977), saya hanyalah petugas non eselon yg menangani Cash Register. Di KKN Wahidin (1981 - 1983), walaupun sdh S1, saya hanyalah pegawai non eselon yang ditugaskan mencatat di buku agenda nomor Giro dan jumlah uang yg tercantum dlm giro tsb yg kami terima dari perusahaan yg membayar pajak dgn Giro Bank. Di KKN Tasikmalaya saya sdh eselon IV ditugaskan untuk urusan dalam (kasi TU/RT). Entah ini hanya perasaan saya saja atau mmg aturan nya demikian, Tapi rasa rasa nya saya diperlakukan beda oleh kepala Kantor diantara seksi seksi yang lain di KKN yaitu Seksi Kas (Pak Wagiman), Seksi Bank (pak Tholib Ohandi), Seksi Pensiun (pak siapa ya saya lupa, mungkin saat itu belum terisi dan di jabat oleh PLT). Saya rasakan kepala Kantor memperlakukan saya sebagai orang kedua di kantor (setelah kepala kantor). Kalau kepala Kantor sedang tugas ke Luar Kota, maka saya lah yang selalu ditunjuk sebagai Pgs (pengganti sementara), Tapi sekali lagi, bagi saya KKN atau KPN tak menjadi soal, dimana pun sama, dan memang kini setelah saya pensiun, saya merasakan bahwa Allah SWT telah memilihkan saya yang terbaik dan yang sdh digariskan oleh NYA. Dalam kisah ini, saya tidak akan menceritakan hal hal yang berkaitan dengan pekerjaan, cuma kebahagiaan yang masih ada dalam ingatan saya saya selama empat tahun bertugas di Tasikmalaya. Saya ingat, bahwa saat itu belum ada pelantikan, tapi saya sudah menerima SK (Surat Keputusan), Entah karena rasa gembira, atau karena ketidak tahuan saya, Polos polos aja saya berangkat ke Tasikmalaya (Biasanya orang berangkat setelah ada panggilan untuk dilantik). Saya naik 4848 ke Bandung, dan dari bandung naik Bus ke Tasikmalaya, Sudah sore ketika saya tiba di Kantor Kas Negara. Hal pertama yang saya lakukan adalah melapor kepada kepala KKN (Ium Roemlan) dan juga sowan kepada Kepala KPN (Gindo Marpaung), yang kebetulan kantor nya berada dalam satu halaman luas di daerah Cibeureum. Sore itu juga, saya sempat ngobrol dengan kepala seksi yang akan saya gantikan (Perang Sahrip), ternyata orang nya baik, bahkan oleh pak Perang, saya di tawari nginap dulu di rumah nya sebelum dapat kamar di Komplek perumahan belakang kantor. Kalau tidak salah keesokan nya saya sdh pindah kerumah seorang pegawai KPN, yang sudah tua yang tinggal bersama istri nya (tak mempunyai anak). bernama Pak Paimin dan bu Paimin (CMIIW). Karena orang orang di komplek memanggilnya PakDe dan BuDe, maka saya pun ikut memanggilnya demikian. Seperti saya ungkapkan di depan, bahwa saya datang di Tasikmalaya sebelum ada pelantikan.. Ternyata memang agak lama juga menunggu pelantikan tersebut. Pak Perang Sahrip sudah pindah dari Tasikmalaya, dan saya sudah masuk ke rumah dinas menggantikan dia, tapi belum juga ada pelantikan.. Setiap Jumat sore saya pulang ke jakarta, naik bus. Saya memang lakukan seperti itu sampai enam bulan pertama.. Jumat sore pulang ke Jakarta, dan tiba kembali di Tasik pada Senin subuh. Senin itu, ketika subuh saya tiba di Tasikmalaya, ada catatan kertas nempel di pintu depan rumah dinas.. Isi nya memberitau bahwa pagi itu hari Senin jam 8, akan ada pelantikan di Kanwil yang saat itu masih berlokasi di jalan Asia Afrika Bandung. Waduh saya baru saja tiba di Tasik.. koq harus kembali lagi ke Bandung.. Apakah cukup waktu nya tiba di lokasi sebelum jam pelantikan ? Sudah jam 5.00, tetangga saya Pak Tholib Ohandi (saat ini sdh almarhum) satu satu nya tetangga saya muncul didepan rumah nya (rumah dinas cuma ada dua) rumah dinas nya disebelah rumah dinas saya. Rupanya beliau yg menulis catatan di pintu saya. Pagi itu dia minta maaf bilang bahwa panggilan dari kanwil di terima sore hari jadi tak bisa sampaikan tadi malam kepada saya. Tidak masalah pak Tholib, saya hanya berpikir pasti akan sulit mencari transportasi yg bisa antarkan saya ke Bandung. Zaman itu Taksi belum ada.. kalau naik angkutan umum pasti tidak bakal sampai sebelum jam 8.00. (Jarak Tasik ke Bandung +/- 120 km). Untung pak Kepala Kantor mempersilahkan saya memakai mobil dinas KKN (cuma ada satu mobil dinas saat itu, merk Morina). Maka berangkatlah saya jam 6.15 ke Bandung diantar supir kantor bernama pak Herlis. Walaupun sudah berusaha ngebut, rupanya "TIME IS'NT ON MY SIDE" saya tak berhasil datang di Kanwil tepat pada waktu nya.. ketika saya turun dari mobil, saya masih lihat orang berpakaian Rohaniawan pulang menuruni tangga di luar gedung.. dan ketika saya masuk kedalam gedung, pak Kakanwil (alm bpk Sri Suharto) sudah santai di depan ruang Aula ngobrol bersama beberapa pejabat yg baru dilantik. Begitu dia melihat saya datang, dia segera tanya "Siapa nama kamu.. kenapa kamu terlambat.. untung saya masih baik hati.. lain kali saya tidak mau melantik kalau ada yg terlambat".. Saya memang pernah mendengar dari teman2 bahwa Kepala Kanwil yg ini galak, saya takut sekali.. jangan jangan saya tidak mau di lantiknya.. tapi belakangan saya menyadari bahwa ternyata bukan galak, dia bijaksana menerapkan aturan. Saya bersyukur dalam hati ketika dia memanggil pak Kepala Bagian Umum (pak Merukh) dan berpesan kepada Kabag Umum agar mengundang lagi rohaniawan utk pelantikan susulan besok hari nya. Berarti saya akan dilantik sendirian besok hari nya. Itulah kenangan saya terlambat datang di acara pelantikan,saya akhirnya dilantik menjadi Kepala Seksi TU/RT oleh kepala kanwil secara tersendiri dan menjabat selama 4 tahun (1984 - 1988) di KPN Tasikmalaya. Hubungan saya dengan Kepala Kantor Wilayah (Pak Sri Suharto) ternyata bertambah lama bertambah baik, bahkan akhir nya pada tahun 1987 Beliau pula yang mengusulkan saya kekantor pusat untuk Ikut seleksi Pendidikan ke LN.. Tahun 1988 setelah melalui serangkaian test penyaringan, akhir nya saya berhasil berangkat ke Amrik. Kenangan selama menjabat Kasie TU/RT akan saya ceritakan di kisah lain nya.. yang tentu juga menarik.. Banyak teman teman KKN Tasik yang masih ikut Facebook pasti ingin tau bagaimana kesan saya selama bertugas di Tasikmalaya. ------------------------ Foto yang saya tempel diatas tersebut, adalah foto temen temen yang berasal dari Kantor Kas Negara (Kalau tidak salah hanya KKN saja yang sepakat memakai baju hansip tiap hari sabtu sedangkan pegawai KPN tidak pakai pakaian Hansip). Saya masih mengenali beberapa nama disalam foto sbb (koreksi apabila saya salah sebut yaa) Berdiri dari kiri ke kanan : Sarlip (cleaning service), Junaedi, Ucu Samsudin, ada Entis Sutisna, Akih, Cucu Suryamah, Cucu Sumiarti, Bu ..... Pak Samuel Sjioen, Ruchiandiat, Jongkok, dari kiri ke kanan .. Tahmat, , ada Iri Suparli, ada Edu, ada Herlis (supir), Wagiman |

Comments
Post a Comment