BURUNG JALAK KU


'Ketika tugas di Banjarmasin (1997 - 1999), saya pernah punya burung jenis Jalak Kerbau. 

Pertama nya saya main ke pasar burung.. Loh ada bayi burung dijual. Burung tsb belum berbulu. Menurut si penjual, burung itu jenis Jalak Kerbau, di temukan di hutan tergeletak di tanah. Rupanya jatuh ketanah bersama sarang nya.. Saya beli dan saya bawa pulang berikut sangkarnya. Itu adalah burung pertama yg saya pelihara.

Karena belum bisa makan sendiri maka makanan nya saya campur air hangat dan saya aduk sampai halus dan saya suapin ke mulut nya. 

Pernah saya tinggal dia di rumah dibawah pengawasan suami nya pembantu di rumah (pak Hadi).

Tapi rupanya pak Hadi kurang telaten,  disuapi makanan yg sdh basi, sehingga sakit perut. Sesudah dia sembuh kembali (saya suapi obat) maka saya bawa burung itu beserta sangkar nya setiap pagi ke kantor supaya bisa saya suapi sendiri. dan bawa pulang lagi ke rumah pada saat selesai kerja. Untung jarak kantor dan rumah sangat dekat. setiap kali mau menyuapi, saya adon makanan nya sendiri, saya harus yakin supaya tidak disuapi makanan yang sudah basi.  Setiap 2 jam sekali saya suapi, dan si Bosyou itu makan lahap.  

Ketika besar dia anggap saya ibu nya. Saya lepas,  dia terbang tapi kembali lagi ke pundak saya. Dia suka matuk kepala saya.. Yaa itulah cara nya menyayangi saya. Karena dia tak punya tangan utk mengelus saya. 

Hanya dua tahun saya tugas di Banjarmasin. Ketika saya dipanggil  tugas ke jkt, saya bawa burung tsb ke jkt. Tapi di jkt saya tak berani lepaskan dia . Takut di tembak sama anak2 remaja yg suka keliling bawa senapan angin.'
Ketika tugas di Banjarmasin (1997 - 1999), saya pernah punya burung jenis Jalak Kerbau.

Pertama nya saya main ke pasar burung.. Loh ada bayi burung dijual. Burung tsb belum berbulu. Menurut si penjual, burung itu jenis Jalak Kerbau, di temukan di hutan tergeletak di tanah. Rupanya jatuh ketanah bersama sarang nya.. Saya beli dan saya bawa pulang berikut sangkarnya. Itu adalah burung pertama yg saya pelihara.

Karena belum bisa makan sendiri maka makanan nya saya campur air hangat dan saya aduk sampai halus dan saya suapin ke mulut nya.

Pernah saya tinggal dia di rumah dibawah pengawasan suami nya pembantu di rumah (pak Hadi).

Tapi rupanya pak Hadi kurang telaten, disuapi makanan yg sdh basi, sehingga sakit perut. Sesudah dia sembuh kembali (saya suapi obat) maka saya bawa burung itu beserta sangkar nya setiap pagi ke kantor supaya bisa saya suapi sendiri. dan bawa pulang lagi ke rumah pada saat selesai kerja. Untung jarak kantor dan rumah sangat dekat. setiap kali mau menyuapi, saya adon makanan nya sendiri, saya harus yakin supaya tidak disuapi makanan yang sudah basi. Setiap 2 jam sekali saya suapi, dan si Bosyou itu makan lahap.

Ketika besar dia anggap saya ibu nya. Saya lepas, dia terbang tapi kembali lagi ke pundak saya. Dia suka matuk kepala saya.. Yaa itulah cara nya menyayangi saya. Karena dia tak punya tangan utk mengelus saya.

Hanya dua tahun saya tugas di Banjarmasin. Ketika saya dipanggil tugas ke jkt, saya bawa burung tsb ke jkt. Tapi di jkt saya tak berani lepaskan dia . Takut di tembak sama anak2 remaja yg suka keliling bawa senapan angin.

Comments